Aug 26, 2007

[Interview] Hennessy Artistry

5 Mei 2007

Kemarin dulu, David Tao, Ce Tian, Ground Avenue berkumpul di GuangZhou, dalam 'show' perayaan tengah tahun Hennessy VSOP. Saat diperkenalkan pada reporter dalam wawancara khusus, "Raja R&B" David Tao pertanyaan yang diajukan jauh dari soal musik, pertanyaan lebih difokuskan pada persiapan film yang sedang dibuatnya. David Tao yang sewaktu kuliah mengambil jurusan film, bukan saja telah mempersiapkan filmnya sendiri, bahkan dengan pasti menyatakan,akan serius mengerjakan film, porsi musik dalam hidupnya akan semakin lama semakin sedikit.

MC: kabarnya kamu sekarang sudah menempatkan urusan membuat album jadi prioritas kedua, jadi sekarang sibuk apa?

DT: kalau ada album baru, paling cepat juga akhir tahun. sekarang yang penting adalah urusan tur konser, yang penting lainnya adalah film yang aku buat dan aku tulis sendiri, sekarang terus dipersiapkan, skenario terus berubah, kuharap akhir tahun sudah bisa mulai syuting.

MC: kamu kan waktu kuliah belajar film, kenapa bertahun-tahun tidak membuat film sendiri?

DT: benar, aku bukan orang musik, sebenarnya orang film, sebenarnya masa kuliah aku pernah bikin sebuah film pendek untuk tugas akhir (kelulusan), tetapi setelah lulus tidak ada kesempatan yang cocok, malah lebih banyak kesempatan di bidang musik. sekarang aku merasa kesempatan sudah matang, tapi untuk mengumpulkan kembali materi2 yang lama bukanlah hal mudah, aku masih mencari-cari buku pelajaran yang dulu, mempersiapkan syuting kecil-kecilan sebagai latihan. skenario film ini aku sendiri yang tulis, saat ini sedang diedit.

MC: banyak penyanyi sudah menyutradarai MVnya sendiri, kamu tidak berpikir ke arah sana?

DT: waktu aku kuliah sutradara yang paling aku kagumi adalah Woody Allen dan (Stanley) Kubrick, aku merasa film mereka sangat bermakna. jadi kalaupun aku membuat film, ceritanya tentu bukan hanya satu dua kata bisa dikatakan dengan jelas, inilah mengapa aku tidak mensutradarai MV, beberapa menit saja tidak bisa mewakili pemikiranku dalam film.

MC: ingin memulai dengan film yang bagaimana?

DT: berhubungan dengan lagu dance, ada bentuk dialog musik, tapi tema film seperti ini, perlu modal lumayan besar.

MC: bentuk yang kamu suka adalah kombinasi antara film dengan musik?

DT: sebenarnya sama seperti perayaan Hennessy Artistry yang aku ikuti, dibandingkan yang tahun lalu aku ikut tahun ini skalanya harus lebih besar, dalam bentuknya juga telah menampilkan percampuran antara ide musik timur dan barat, ini dan film juga sama, pencampuran seringkali bisa membawa perasaan yang berbeda.

MC: apakah merasa tema film ini bisa berbahaya?

DT: aku dan beberapa sutradara besar sudah membicarakan hal ini, walaupun mereka bilang tema ini banyak bahayanya, bahkan menyarankan aku tidak membuat tema seperti ini, tapi aku tetap memutuskan menyelesaikan film ini. kalau aku syuting film, tentu tak akan peduli urusan award. aku hanya ingin menyumbangkan karya untuk film mandarin, membawa pemikiran baru dalam film.

MC: kamu sadar perfilman mandarin ada banyak arah yang harus diperbaiki?

DT: bicara jujur, aku sudah nonton banyak film, kurasa film tak bisa hanya stop pada kostum kuno dan pendekar silat saja. film itu tak ada batas tak ada akhir, tema yang bisa dibuat sangat banyak, misalnya tema tentang kisah cinta di kota besar, seperti ini skenario bagus yang bisa mendongkrak penjualan.

MC: katanya kamu dulu mau mencari Tony Leung untuk jadi peran utama pria di film barumu, ada ceritanya?

DT: itu hanya kesepakatan lisan dulunya. kupikir karena isi film ini ada lagu dance, seharusnya mencari aktor yang bisa menyanyi, malah akhirnya cari aktor baru. aku sendiri juga bisa saja berperan, tapi perannya pasti tak akan terlalu banyak.

MC: Film Jay Chou yang ditulis dan disutradarai sendiri "The Secret Cannot Be Said" sudah ditayangkan, bagaimana penilaian kamu?

DT: sudah ditayangkan? aku belum sempat lihat, tapi aku akan cari waktu ke bioskop untuk melihat bagaimana pemikirannya terhadap film.

MC: sebenarnya bagaimana posisi film dalam lubuk hatimu?

DT: kurasa, sisa separuh hidupku akan perlahan-lahan beralih ke profesiku semula--film. bukan berarti tidak membuat musik, hanya saja prioritas musik lama-lama akan berkurang, film menurutku semakin lama semakin penting.

MC: selain bekerja, kamu sehari-hari bagaimana, apakah selalu ditemani musik?

DT: aku lebih suka baca "Lao Zi", masa kecilku di Amerika, tapi pendidikan dalam keluarga sangat oriental, karena itu dalam hati kecilku ada pemberontakan, tapi juga sangat tradisional, ini membawa pengaruh pada gaya musikku.

MC: dalam lagumu ada yang merupakan pengalaman cinta sendiri, tidak berpikir kapan akan menikah?

DT: aku merasa masih sangat muda kok, mama juga tidak memaksaku, karena dia tahu memaksaku juga tak ada gunanya. sebenarnya aku seorang yang sangat konvensional, aku selalu membayangkan gambaran seperti ini: suatu hari setelah sibuk bekerja, pulang ke rumah ada hidangan yang nikmat, ada orang yang memperhatikan, ada tawa anak kecil, begitulah kehidupan yang paling indah yang aku inginkan.

MC: wanita yang didambakan yang seperti apa?

DT: dia harus punya pemikiran sendiri, punya pendirian sendiri, dia tidak perlu menjadikan aku segala-galanya, kuharap dia punya urusannya sendiri, punya kesenangan sendiri, bisa menjadi tempat curhatku, bisa ngobrol bermacam-macam hal denganku, bahkan bisa debat dan bertukar pikiran denganku, bekerja dan berjalan bersama, sebaliknya aku akan sangat mengaguminya. aku tak bisa asal sebut menikah, kalau tak ada banyak halangan, waktu yang harus datang dengan sendirinya akan datang.

from
tianjindaily

No comments: