Feb 7, 2009

[LYRIC] Olia

lagu: David Tao ☆ lirik: Francis Lee & David Tao

serpihan batu di sepanjang jalan berlumut,
menandakan waktu yang telah berlalu
rombongan sirkus sudah pergi tapi badut kecil masih ada di arena ini
kereta berkuda hitam tak berhenti, melenyapkan kembalinya dirimu
berapa banyak orang hingga saat ini tak mengerti, masih menunggu
berjalan terus, berjalan tiada henti, harus memilih jalan yang mana
sesaat demi sesaat, mungkin saat inilah takdir akan berubah

Olia jangan pergi, apakah yang kulakukan masih kurang cukup
Olia jangan pergi, mengapa tak bisa abadi, tiada hentinya

bunyi lonceng mengiringi matahari terbenam, usia delapan belas berganti generasi
benarkah kesempatan hanya datang sekali, tak bisa diulangi
berjalan terus, berjalan tiada henti, bisakan mengulangi
seumur hidup, meskipun berusaha seumur hidup, juga tak bisa mendapatkan kembali

Olia, jangan pergi, apakah yang kulakukan masih belum cukup
Olia, jangan pergi, mengapa tak bisa abadi, tiada hentinya
Olia, jangan pergi, benarkan aku membuatmu menanti terlalu lama
Olia, kau sudah lama pergi, mengapa setelah kehilangan baru ingin memelukmu, ku tak rela
(Album: Beautiful, 4 Agustus 2006)


[Olia]
sui shi zi lu zhang qing tai, zhi zhen ba shi jian zai sao kai
ma xi tuan zou le dan xiao chou hai zai, zhe wu tai
hei ma che mei ting xia lai, xiao shi qian ni hui guo tou lai
duo shao ren dao xian zai hai bu ming bai, hai deng dai

yi zhi zou, yi zhi zou, yi zhi bu ting de zou, gai xuan na ge lu kou
yi shun jian, yi shun jian, ke neng zhe ge shun jian, na ming yun jiu hui gai bian

Olia, qing bu yao zou, shi fou wo zuo de hai shi bu gou
Olia, qing bu yao zou, wei shen me yong jiu bu hui yong jiu, bu ting liu

zhong ting ba xi yang yun kai, shi ba sui you huan le yi dai
ji hui shi fou hua yi ci de huo cai, bu chong lai
yi zhi zou, yi zhi zou, yi zhi bu ting de zou, neng bu neng zai chong tou
yi bei zi, yi bei zi, jiu suan yong yi bei zi, ye mei you ban fa wan hui

Olia, qing bu yao zou, shi fou wo zuo de hai shi bu gou
Olia, qing bu yao zou, wei shen me yong jiu bu hui yong jiu, bu ting liu
Olia, qing bu yao zou, shi fou wo rang ni deng de tai jiu
Olia, ni zao yi zou, wei shen me shi qu cai xiang bao you, bu fang shou


碎石子路长青苔 指针把时间再扫开
马戏团走了但小丑还在 这舞台
黑马车没停下来 消失前妳回过头来
多少人到现在还不明白 还等待
一直走 一直走 一直不停的走 该选哪个路口
一瞬间 一瞬间 可能这个瞬间 那命运就会改变

Olia 请不要走 是否我做的还是不够
Olia 请不要走 为什么永久不会永久 不停留

钟听把夕阳晕开 十八岁又换了一代
机会是否划一次的火柴 不重来
一直走 一直走 一直不停的走 能不能再重头
一辈子 一辈子 就算用一辈子 也没有办法挽回

Olia 请不要走 是否我做的还是不够
Olia 请不要走 为什么永久不会永久 不停留
Olia 请不要走 是否我让你等得太久
Olia 妳早已走 为什么失去才想保有 不放手


brief review
Petikan gitar yang melodius bersama iringan piano elektrik membawa kita ke suasana bagaikan mimpi, lirik puitis penuh imajinasi mengungkapkan masa-masa indah. Bersamaan dengan bunyi lonceng, cinderella hanya bisa meloncat naik kereta labunya, buru-buru menjauh dari sisi pangerannya. Sementara Olia adalah cinderella dalam hati David Tao, yaitu masa-masa yang takkan kembali lagi. Lagu ini menutup "Beautiful" yang penuh dengan musik romantis tiada habisnya yang digubah khusus untuk album ini.




from
davidtao.com

Feb 5, 2009

[LYRIC] Forever

lagu: Josh Chen & Andrew Chu ☆ lirik: David K.

harus segera menghentikan berputarnya waktu, saat kita sekali lagi bertemu
perasaan bagaimana yang paling tepat menyamarkannya, aku tetap mencintaimu demikian dalam
jangan terlalu banyak menatapku, jangan menyelidiki perasaanku yang sesungguhnya
aku takut tak kuasa menahan dan berpaling darimu, bayanganmu yang begitu lembut

tanpa cinta, kau pergi meninggalkanku, sendiri ku menghapus kenangan itu
tanpa cinta, hancurlah masa depan, kau benci aku, jangan hatimu melemah, aku juga takkan bersedih karenanya

tak mudah berharap, siapa yang masih akan menemani, telah salah paham pada indahnya perpisahan
tak bisa mengulangi, cinta yang menjadi penyesalan, kita hadapi dengan kejujuran

tanpa cinta, kau tinggalkanku seperti ini, sendiri, ditemani oleh kebisuan
tanpa cinta, kutahan rasa sakit ini, aku mencintaimu selamanya, tak bisa kuucapkan
tiada cinta, kau pergi meninggalkanku, sendiri, aku belajar menahan diri
tiada cinta, kutahan derita ini, aku mencintaimu selamanya, kupergi dengan senyuman
aku mencintaimu selamanya, begini saja, tiada cinta
(Album: Beautiful, 4 Agustus 2006)


[Bu Ai]
kuai zu zhi shi jian dao zhuan, dang wo men zai ci yu jian
zen yang de biao qing zui shi he yin man, wo yi ran ai ni hen shen
bie zai duo kan wo yi yan, bie tan wo zhen de gan jue
wo pa ren bu zhu you hui tou juan lian, ni lian bei ying dou wen rou

bu ai, jiu zhuan shen li kai, yi ge ren, ba hui yi tui fan
bu ai, fou ding le wei lai, ni hen wo, bie xin ruan, wo ye bu wei nan

bu rong xu shei hai qian ban, wu jie le bie li de mei
bu ke neng zhong lai zhe yi han de ai, wo men dou shi shi dui dai

bu ai jiu zhe me li kai, yi ge ren, bei ji mo qian ban
bu ai cheng shou zhe bei ai, I love you forever, bu neng shuo chu lai
bu ai jiu zhuan shen li kai, yi ge ren, wo xue hui ren nai
bu ai cheng dan zhe bei ai, I love you forever, wo wei xiao li kai
I love you forever, jiu zhe yang, bu ai


快阻止 时间倒转 当我们再次遇见
怎样的表情 最适合隐瞒 我依然爱你很深
别再多看我一眼 别探我真的感觉
我怕 忍不住 又回头眷恋 你连背影都温柔

不爱 就转身离开 一个人 把回忆推翻
不爱 否定了未来 你恨我 别心软 我也不为难

不容许 谁还牵绊 误解了 别离的美
不可能重来 这遗憾的爱 我们都 诚实对待

不爱 就这么离开 一个人 被寂寞牵绊
不爱 承受这悲哀 I love you forever 不能说出来
不爱 就转身离开 一个人 我学会忍耐
不爱 承担这悲哀 I love you forever 我微笑离开
I love you forever 就这样 不爱


brief review
Karya cipta "4 unsur" yang melambangkan karya baru David Tao.
Dalam paduan sederhana yang dibentuk dari bas gitar, drum, organ electric dan piano, David tidak terpaku pada kurangnya bunyi-bunyian, malah berhasil menggambarkan kepedihan cinta dalam lagu "Forever". Ketika berpisah menjadi akhir dari sebuah hubungan cinta, mungkin kita semua harus belajar bagaimana mengatasi hal "kenangan cinta" atau "indahnya perpisahan" ini.



from
davidtao.com

Jan 28, 2009

David's Niu Year Diary

Selamat Tahun Baru
Rabu 21 Jan 09, di pesawat dari LA ke Taipei

Baru saja menyelesaikan 2 minggu yang sangat padat masa produksi di LA, sekarang aku terbang kembali ke Taipei. Yang membuat dua minggu ini lebih menantang adalah juga kepindahanku dari tempat tinggal yang sekarang di LA, jadi banyak hal pengaturan dan bongkar muat barang. Sudah beberapa tahun, sepertinya setiap aku kembali ke LA (meski cuma sebentar pun) aku selalu terjadwal ketat untuk mengerjakan hal-hal yang harus diselesaikan. Padahal aku kepengen santai dan menikmati waktuku di sana, tapi sepertinya lebih mirip balap tikus. Teknisi dan temanku, Craig, menyebutnya "memadatkan setahun" ke dalam beberapa minggu. Sangat bersemangat dan menyenangkan tapi sebenarnya bukan sesuatu yang aku rencanakan, bukan juga sesuatu yang selalu aku senangi. Sayangnya, inilah hasil dari terlalu banyak yang harus dilakukan dalam waktu yang sangat singkat. Jadi, bukan hal baru, kan ?

Karena konsep dan proses produksi album memenuhi pikiranku, secara resmi aku mulai rekam suara minggu yang lalu dengan beberapa musisi di Glenwood Studios di Burbank. Tahap awal produksi sebuah album persis seperti tahap awal mulai pacaran. Kamu tidak tahu apa bisa bertahan dengannya, juga bahkan tidak tahu apa yang kau rasakan. Ada dorongan emosi tapi di saat yang sama kamu berasa ragu-ragu dan takut salah melangkah atau kehilangan segalanya. Segala hal diperjelas sepuluh kali lipat, dibesar-besarkan, dan seringkali sangat sulit untuk tetap fokus di jalurnya. Kalau pepatah "cinta membutakan" itu benar maka dalam kasus ini proses kreatif membutakan aku selama masa produksi. Dan seperti halnya cinta, aku merasakan semua emosi yang mirip sekaligus: nafsu, takut, girang dan bingung. Mulai saat ini, istilah "tersiksa" seringkali sinonim dengan artis dan proses kreatif.

Dua hari pertama rekaman adalah dengan pemain drum bernama Shawn Pelton. Aku sudah mengagumi permainannya selama 8 tahun tapi baru sekarang ada kesempatan kerja sama dengannya. Biar aku perjelas satu hal untuk kalian yang tidak familiar dengan produksi album dan terutama bekerja dengan musisi. Menyewa musisi hebat tidak selalu menjamin keberhasilan atau apa yang kamu inginkan. Seorang musisi mungkin saja memiliki prestasi segudang dan secara teknis kemampuannya luar biasa tapi ia belum tentu cocok untuk musikmu. Beberapa musisi memainkan jenis musik tertentu dengan mudah tapi sulit di jenis musik yang lain. Beberapa tahun lalu, aku mencari seorang pemain gitar akustik untuk salah satu laguku, dan seorang teman menawarkan profesor gitar yang dikenalnya. Profesor gitar ini memiliki banyak jam terbang dan juga merupakan dosen musik di salah satu universitas musik di Amerika. Tak mungkin salah dengan profesor gitar, kan? Nyatanya, semuanya menjadi kacau karena ia tidak bisa menyesuaikan dengan penggalan lagu ataupun memainkan ide yang aku nyanyikan. Dalam pembelaannya, sikapnya sangat profesional dan ia bersedia melakukan rekaman satu demi satu supaya benar hasilnya. Tapi, tarif studio kan lebih dari seratus dolar per jam, jadi aku putuskan mengakhiri lebih awal session dengannya. Akhirnya, aku sadari aku seharusnya mengikuti naluriku dan tidak menyewanya karena dia sebenarnya profesor gitar jazz (dari awal aku sudah tahu) dan bukan pemain rock atau pop. Kamu mungkin bertanya kenapa pemain jazz tidak bisa bermain rock, pop atau klasik? Tidak ada aturan resminya tentu, tapi musisi (seperti orang lain juga) punya gayanya masing-masing, yang disukai dan tidak disukai, dan keunikan sendiri. Pemain gitar jazz mungkin punya kemampuan teknis memainkan nada-nada rock tapi mungkin ia tidak punya feeling yang tepat. Oleh karena itu, sangat penting untuk mencocokkan musisi yang tepat untuk jenis musik yang tepat dan itu adalah tugas utama dari seorang produser. Sama seperti pemilihan aktor dalam sebuah film, sutradara dan pemilih peran harus mempelajari dan memahami karakteristik seorang aktor sebelum mengetahui apakah ia orang yang tepat untuk sebuah peran.

Shawn terbang dari New York ke LA khusus untuk session ini maka aku tentu tidak ingin mengulangi apa yang terjadi dengan pemain gitar jazz beberapa tahun yang lalu. Dengan antisipasi dan harap-harap cemas, kami memulai session pagi hari jam 11, setelah aku menjemput Shawn dari hotel. Setelah satu jam memasang bunyi-bunyian (mengatur drum asli untuk rekaman melibatkan banyak penempatan mikrofon, tes ketinggian, penyesuaian drum, EQ, dll.), kami memulai lagu pertama "Just Can't Believe" (judul sementara). Sampai sini, segala kecemasanku menjadi lega karena Shawn terdengar luar biasa dan persis seperti yang aku harapkan! Feeling dan groove-nya terekam dengan sempurna dan drumnya memiliki nada yang sangat unik yang selalu aku dambakan dalam produksiku. Acungan jempol juga untuk Craig karena kuping tajamnya dan keahlian teknisinya! Aku juga sempat cemas kalau Shawn sulit diajak kerja sama terutama karena orang New York terkenal tukang gugup tapi ternyata ia begitu manis dan juga sangat metodis, aku tak mengira. Pokoknya, dua hari bersamanya di Studio A benar-benar seperti mimpi dan aku tak sabar untuk memperdengarkan hasil akhirnya pada kalian semua. Setelah satu minggu, kami sudah merekam bass, gitar, pedal, organ, piano elektrik, vibraphone dan bahkan marimba asli dengan beberapa musisi yang luar biasa juga. Ini adalah kesenangan musik yang paling aku dambakan sejak lama dan benar-benar menyenangkan dan pengalaman belajar dari kerja sama dengan semua musisi -yang kebanyakan aku baru pertama kali bekerja sama dengan mereka. Aku bisa terus cerita detil tentang session, tapi foto menggambarkan seribu kata, jadi, aku akan posting video ke beberapa website untuk kalian tonton. Yang paling menyulitkan, adalah aku berjuang dengan bongkar muat barang dan pindahan beberapa hari terakhir yang tidak saja berat untuk badanku tapi juga untuk tanganku padahal aku butuh untuk main gitar malam harinya. Akhirnya, aku harus mempersingkat dua session karena tanganku benar-benar tidak bertenaga.

Menarik memberi catatan bahwa album ini mengandung paling sedikit MIDI dan instrumen sampel dan lebih banyak permainan asli. Aku sebenarnya tidak sengaja memilih cara ini tapi seperti itulah terjadinya. Barangkali aku merasa kembali ke akarku dan bermain dalam rock band di mana aku mau semuanya live. Di kalangan musisi terus terjadi perdebatan bagaimana seharusnya atau mana yang lebih baik. Jaman komputer benar-benar sudah merubah cara membuat dan mendengarkan musik tapi tidak lantas berarti menjadi musik yang lebih bagus. Datang ke studio dan merekam drum asli, bass dan gitar (atau instrumen asli apapun) sungguh bisa mengingatkan kamu apa makna musik sebenarnya. Ketidaksempurnaan dan sentuhan pribadi dari tiap instrumen dan musisi memberi makna bagi musik dan ini sesuatu yang pendengar mungkin tidak mengerti secara teknis tapi benar-benar beda saat merasakan dan menikmatinya. Aku sering bilang bahwa rekaman asli dari sebuah piano yang tidak terlalu bagus kualitasnya pun masih lebih baik dan lebih organik daripada sampel bunyi piano olahan komputer berukuran 100GB. Sayangnya, dalam musik pop Mandarin (dan kebanyakan musik pop pada umumnya) itu adalah 90% dari yang kita dengar. Sudah sampai pada titik di mana banyak musisi dan produser muda tidak tahu bagaimana bentuk instrumen musik ini apalagi bagaimana memainkannya dan menggunakannya dalam musik. Yang tersisa pada kira sekarang adalah copy digital dan potret dari hal-hal nyata. Jika semua hal akhirnya bisa diduplikasi secara digital atau dicetak ulang, apakah berarti kita juga bisa meng-"copy-paste" makna dan emosi yang terkandung di dalamnya? Bagaimana suatu hal bisa ada tanpa yang lainnya? Ataukan keduanya, sesungguhnya, hal yang berbeda?

Kayaknya, teknologi telah mendampingi proses kreatif dan akan selalu demikian. Kuncinya adalah bagaimana memanfaatkannya dan apakah ia justru mengubah sesuatu menjadi menyerupai aslinya.

Semua lagu sudah selesai ditulis dan aku akan mengerjakan liriknya dan juga rekaman programming dan gitar dalam beberapa minggu mendatang. Ini aku sebutnya masa "memberi daging" di mana seperti aku menempelkan daging dan kulit pada tulang. Kerangka kerja sudah terpampang dan ini adalah pekerjaan yang paling mendalam yang tampil dalam albumku. Meskipun Tahun Baru Imlek sudah dekat, aku akan kerjakan terus sambil menghabiskan waktu dengan keluargaku. Entah kenapa, aku menikmati kerja selama liburan ini, sepertinya ini saat di mana aku tidak terganggu oleh telpon masuk, email dan gangguan lainnya. Ini adalah masa tenang dan hening sehingga aku bisa kabur ke dunia kecilku dari dunia besar di mana kita hidup. Kuharap kalian juga bisa mengalami perasaan tentram dan santai ini selama minggu-minggu mendatang.

Kuharap di Tahun Kerbau ini kamu kurangi "omong kosong" dan lebih banyak saat asli merasakan kegembiraan, kepedulian, kemakmuran dan cinta.

Selamat Tahun Baru Imlek

DT

posted in
davidtao.com

Jan 26, 2009

Happy Niu Year

Sudah lama tidak menulis, dari tahun baru, sampai tahun baru lagi, hari ini tepat tanggal 1 bulan 1 tahun Cina, bertepatan tahun kerbau tanah.
Gong Xi Fa Cai
Wan Shi Ru Yi
Shen Ti Jian Kang
Xin Nian Kuai Le
dan masih banyak deret harapan tahun baru lainnya...
Intinya, semoga diberi rejeki dan kesehatan berlimpah sepanjang tahun. Amin.

Tidak ada penampilan David Tao di tahun baru Imlek, jadinya mengenang MV 2Night dari album The Great Leap, thanks to Theballs26 koleksinya aku embed dari sini.


Penampilan rambutnya yang paling berantakan di album The Great Leap. Di MV ini wajahnya semirip di Season of Loneliness agak-agak tirus. Tapi memang di beberapa momen yang berbeda, kesan melihat wajahnya seringkali berubah-ubah, kadang terlihat innocent, kadang terlihat mature, kadang juga kocak.
Tapi terus terang aku tidak terlalu paham apa yang mau disampaikan dalam MV ini. Hanya berkisar di rak buku dan dinding, tidak terlukis hubungan antara tokoh pria dan wanitanya. Mungkin MV ini kejar tayang dan berbiaya relatif rendah, entahlah. Yang pasti tidak terlalu berkesan jadinya.


Aku masih penasaran mencicipi rasa kopi
Illy, pernah dulu ada kiosnya di Puri Mal, tapi belum ada keberanian untuk mencoba eh trus tutup, sekarang mau cari kemana lagi belum tahu. Liat-liat di websitenya, ada agennya di Jakarta, bisa dicoba untuk dihubungi nanti, he he he... Buat para penggemar kopi, mungkin ada informasi bermanfaat juga yang bisa dipelajari di sini.

Jan 3, 2009

Harapan Baru

Selamat Tahun Baru 2009.
Tanggal 31 Des masih kerja, meskipun setengah hari, tapi sampai rumah juga sudah 4.30pm, lanjut beres-beres kamar yang sudah berminggu-minggu tidak disapu dan pel, harus kelar malam itu juga, karena pagi Tahun Baru sudah mau berlibur ke Sukabumi. Tadinya mau nonton acara tahun baru di
Jiangsu TV, tapi kayaknya sudah kelewatan acara David Tao-nya. Tidur saja.

Tujuannya ke Sukabumi saja, bukan ke Bandung apalagi Puncak, rame, macet total !
Sukabumi kota middle size, bukan favorit untuk berlibur di Jawa Barat. Tidak terlalu banyak tujuan wisata di situ, paling hanya kuliner dan shopping di beberapa pertokoannya saja. Toh akhirnya bisa dapat sepatu lucu dan kemeja florist.



Akhirnya setelah kembali online hari ini, laporan penampilan David Tao di Nan Jing yang disiarkan oleh
Jiangsu TV membawakan 3 lagu : Rain (Zhao Zi Ji), Small Town Girl (Xiao Zhen Gu Niang) dan I Love You (Ai Hen Jian Dan), sesuai dengan tema yang diusung Nokia yaitu "Music Makes Me Say Love". Dipandu MC Aya, serta dimeriahkan oleh beberapa artis terkenal lainnya seperti Harlem Yu, JJ Lin, Jane Zhang, Karen Mok, Stanley Huang, dan lain-lain.

Foto
ini yang aku paling suka !

Dec 28, 2008

Kado Natal 2008

Selamat Natal 25 Desember 2008. Meski sudah lewat 3 hari, suasana Natal semestinya masih meliputi hati umat Kristiani seluruh dunia. Meski di Jakarta panas bulan Desember justru semakin menyorot, tapi semangat dan damai Natal semestinya masih menaungi kita sepanjang tahun ke depan.

Sejak awal Nov 08 rumor mengenai David akan mengadakan konser di Beijing 24 Des 08 tampaknya hanya rencana saja, dan tidak terealisasikan. Entah apa penyebabnya, tetapi seminggu ini tidak ada berita lagi mengenai hal itu. Sementara Leehom sudah menyelesaikan konser orkestranya di Hongkong, dan Amei juga sukses mengundang Jacky Cheung jadi bintang tamu di konsernya.

Kado Natal spesial yang tak terduga tiba hari Jumat 26 Des 08 diantar oleh tukang Pos Indonesia. Paket dari Jepang, berisi greeting Card dan 2 album foto berisi foto-foto David Tao waktu konser di Jakarta dan Wooden Man di Shanghai dan Hongkong, dari Yasuko Takahashi, fans DT yang bulan Oktober lalu sempat datang menonton DT di Jakarta. Ini merupakan kado terindah buatku, terharu sekali dengan kebaikan teman Jepang ini, terutama karena hanya foto dia yang berhasil mengabadikan aku sedang memeluk erat DT dekat panggung. Haha.. pilihan yang sulit waktu itu apakah harus memeluk DT atau cukup menjabat tangannya sambil menatap wajahnya sedemikian dekat. Tapi akhirnya aku mengambil resiko memeluknya dan tidak melihat sama sekali bagaimana ekspresi wajahnya saat itu. Beruntung sekarang kejadian itu tergambar di salah satu foto yang dikirim Yasuko. 很感激...

Dec 14, 2008

Raja Properti

David Tao 'tertangkap' lagi oleh para pemburu berita, menjamu teman-temannya makan malam di sebuah restoran di Shanghai, ngobrol dengan akrab sepanjang malam hingga dini bersama lebih dari 20 orang temannya dalam jamuan 2 meja besar, setelah tahun ini dikabarkan berinvestasi dalam bidang properti senilai ratusan juta dolar Taiwan.

Krisis ekonomi di seluruh dunia tampaknya tidak terlalu berpengaruh pada kegemaran David berinvestasi di bidang properti, meskipun hingga akhir tahun album barunya belum juga dirilis dan tahun ini juga belum mengeluarkan film pertamanya. Jual beli di bidang properti memang sudah menjadi keahliannya selain musik dan film, bahkan jika ia tidak menjadi seorang penyanyi pada mulanya.



Hmmm.. OK, jadi raja properti juga ya? David, apa berkunjung ke Jakarta juga tertarik berinvestasi di Jakarta, apalagi kamu kan datang dan nginap di Mangga Dua Square yang merupakan salah satu produk Agung Sedayu, bisa aja invest on Puri Mansion. he he.. deketan deh...

By the way, aku suka penampilannya malam itu sederhana dan natural, berkaos dan celana jins saja. Tidak berlebihan hanya untuk sekedar makan malam dengan teman-teman lama, oke lah...